Postingan

Menampilkan postingan dengan label sampan

Sampan Bojakan: Warisan Adat, Gotong Royong, dan Identitas Orang Mentawai

Gambar
Di Desa Bojakan, sampan bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah bagian dari identitas, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Seperti yang dilakukan oleh Pak Martinus, salah satu tokoh masyarakat Bojakan, pembuatan sampan masih mengikuti jejak orang tua dulu—perpaduan antara keterampilan tangan, pemilihan kayu, serta aturan adat yang melekat kuat. Kayu Pilihan: Bukan Sembarang Pohon Besar Sampan tidak bisa dibuat dari sembarang kayu. Orang Bojakan memilih jenis kayu tertentu yang dikenal tahan air, kuat, dan tidak mudah pecah, seperti katuka, ataran, kaboi, macemen, garau, dan menegan. Pohon-pohon ini hanya bisa ditemukan di hutan, dan umumnya berukuran besar dengan kualitas yang sudah teruji oleh waktu. Sebelum menebang, masyarakat memegang pantangan tertentu. Misalnya, pemilik sampan dilarang memakan pucuk nibung karena dipercaya kayu yang ditebang bisa retak. Selain itu, ada pantangan umum sebelum bekerja berat, seperti menahan diri dar...