Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bai'

Badai Senyar, Banjir Sumatera, dan kisah sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh

Gambar
Badai Senyar, Banjir Sumatra, dan Kisah Sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh Badai Senyar, Banjir Sumatra, dan Kisah Sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh Foto: Lahan jagung yang hancur akibat banjir — Sumber: Kinekre Beberapa waktu lalu, badai Senyar memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Angin kencang, hujan deras yang berkepanjangan, dan gelombang badai menyebabkan banjir besar di banyak daerah di Pulau Sumatra. Di kota-kota besar, pemberitaan penuh dengan gambar rumah roboh, jalan putus, dan korban terdampak. Namun di sela-sela sorotan itu, ada wilayah yang nyaris tidak terdengar: Kepulauan Mentawai . Meski cuaca ekstrem dan luapan sungai juga melanda pulau-pulau ini, bantuan dan perhatian yang sampai kerap minim — dan beberapa desa malah hampir terlupakan saat bencana. Sumatra Terendam Banjir, Mentawai Jarang Tersorot Saat daratan Sumatra ...

Membangun Bojakan: Diantar SDM dan Ekonomi yang Saling Menunggu

Gambar
Membangun Bojakan: Di Antara SDM dan Ekonomi yang Saling Menunggu Oleh: John — Direktur BUMDes TIRIK OINAN 1. Sebuah Dilema dari Ujung Negeri Desa Bojakan adalah rumah bagi tiga dusun: Bojakan, Lubaga, dan Bai’ . Tiga nama yang akrab di telinga masyarakat, tapi jaraknya satu sama lain seakan dipisahkan oleh waktu dan tenaga. Untuk mencapai Dusun Lubaga dari Bojakan, masyarakat harus naik pompong selama tiga jam, lalu berjalan kaki naik-turun bukit sekitar empat sampai lima jam, sebelum akhirnya turun lagi ke hilir dengan pompong dua hingga tiga jam lagi. Antara Lubaga dan Bai’ masih lebih dekat — hanya sekitar tiga puluh menit dengan pompong — tapi tetap saja, jarak itu menjadi dinding besar bagi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Di tengah kondisi itu, Bojakan menyimpan satu kenyataan yang terasa pahit namun jujur: ekonomi masyarakat sulit tumbuh, sementara kualitas sumber daya manusianya (SDM) juga masih terbatas. Masalahnya, dua ...

Perjalanan Panjang Menuju Lubaga dan Bai’: Sebuah Cerita dari Pedalaman Bojakan

Gambar
Perjalanan Panjang Menuju Lubaga dan Bai’: Sebuah Cerita dari Pedalaman Bojakan Oleh: Yohanes Irman— Bojakan, 18–20 November 2023 Pagi yang Tenang di Bojakan Pagi itu, 18 November 2023, langit Bojakan tampak cerah. Sinar matahari perlahan menembus pepohonan di tepi sungai, dan angin membawa aroma air pasang yang lembut. Kami bersiap-siap untuk berangkat — saya, sekretaris desa, dan kasi pemerintahan. Dari kecamatan ada enam orang: kasi pemerintahan, staf pencatatan sipil, Pol PP, dan beberapa lainnya. Total sembilan orang, dengan tiga perempuan di antaranya. Tiga sampan kecil — atau lebih tepatnya pompong — sudah menunggu di tepi sungai. Kami semua tahu, ini bukan perjalanan biasa. Tujuan kami: Dusun Lubaga, salah satu dusun terpencil di wilayah Desa Bojakan. Dari Bojakan ke Sinindiu masih bisa dilalui dengan pompong, tapi setelah itu... perjalanan kaki panjang menanti. Sekitar pukul delapan pagi kami berangkat. Cuaca bersahabat, dan kondisi air sungai cukup ti...