“Galápagos Primata dari Siberut: Bojakan dan Harapan Ekowisata”

Sumber Foto : Taman Nasional Siberut.

Bojakan dan Potensi Ekowisata di Jantung Taman Nasional Siberut

Di tengah pulau Siberut, Desa Bojakan menyimpan cerita alam yang tak banyak diketahui orang. Desa ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Siberut (TNS), sebuah bentang hutan tropis yang diakui dunia karena kekayaan hayatinya. Hutan lebat yang masih terjaga, suara satwa yang bersahut-sahutan, serta aliran sungai yang berkelok menjadikan Bojakan sebagai salah satu pintu masuk potensial untuk ekowisata minat khusus.

Bagi pengunjung, langkah pertama menapaki Bojakan berarti memasuki ruang hidup yang berbeda. Dari balik pepohonan tinggi, sering terdengar suara simakobu (Simias concolor), primata endemik Siberut dengan lengkingan khasnya yang menggema hingga jauh. Di sela cabang pohon, bilou (Hylobates klossii) tampak lincah berpindah dari satu batang ke batang lain. Kehadiran satwa endemik lain seperti joja (Presbytis potenziani) dan bokkoi (Macaca siberu) menjadikan wilayah ini istimewa, seolah Bojakan adalah galeri hidup bagi spesies-spesies yang hanya ada di Siberut.

Selain hutan, sungai juga menjadi denyut kehidupan Bojakan. Airnya yang jernih mengalir di antara pepohonan, menjadi jalur transportasi masyarakat sekaligus ruang rekreasi alami. Potensinya besar untuk dikembangkan sebagai wisata susur sungai dengan perahu tradisional, atau bahkan arung jeram ringan bagi mereka yang suka petualangan. Menyusuri sungai berarti menyelami lanskap Siberut dari sisi yang paling otentik, karena sungai telah lama menjadi nadi kehidupan sehari-hari warga desa.

Untuk mereka yang senang berjalan kaki, jalur-jalur trekking di sekitar Bojakan menawarkan pengalaman berbeda. Menapaki tanah hutan yang lembap, melewati jembatan alami dari batang kayu, hingga tiba di titik pandang dengan panorama hamparan hijau—semuanya menghadirkan sensasi petualangan yang tulus. Spot-spot seperti ini juga sangat cocok bagi wisatawan yang gemar fotografi alam atau dokumentasi keanekaragaman hayati.
foto Bilou (hylobates klossii) sumber:Taman Nasional Siberut.

Lebih dari sekadar menikmati pemandangan, ekowisata di Bojakan bisa dirancang untuk konservasi partisipatif. Wisatawan diajak ikut menanam pohon, belajar mengenal jenis flora lokal, atau terlibat dalam pemantauan satwa bersama masyarakat dan pihak Taman Nasional. Konsep ini bukan hanya memberi pengalaman baru, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa hutan dan satwa adalah bagian dari kehidupan yang harus dijaga bersama.

Bojakan, dengan segala potensinya, bukanlah destinasi yang menawarkan kenyamanan mewah. Ia justru menyuguhkan pengalaman alami, asli, dan penuh makna. Wisatawan yang datang tidak hanya pulang membawa foto indah, tapi juga pemahaman baru tentang pentingnya menjaga alam. Itulah yang membuat Bojakan memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai destinasi ekowisata minat khusus—tempat di mana keindahan, petualangan, dan konservasi berpadu dalam satu pengalaman yang utuh.

Dusun Bojakan Desa Bojakan Kecamatan Siberut Utara. 
---

Catatan Kaki:
✍️Taman Nasional Siberut (TNS) ditetapkan tahun 1993 dengan luas lebih dari 190.000 hektar.

✍️Tahun 1981, UNESCO menetapkan Siberut sebagai bagian dari Cagar Biosfer Dunia karena kekayaan hayatinya.

✍️Pulau ini kerap dijuluki “Galápagos primata” karena menjadi rumah bagi empat primata endemik yang tidak ditemukan di tempat lain:
🐒Simakobu (Simias concolor)
🐒Bilou (Hylobates klossii)
🐒Joja (Presbytis potenziani)
🐒Bokkoi (Macaca siberu)
---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🌳 Bojakan Antara Hutan, Sungai, dan Ancaman HTI

Bojakan Kembali Dilanda Banjir Besar: Air Menaik Sampai Dua Meter, Warga Bertahan di Rumah

Impian Warga Pedalaman Mulai Menyala: Listrik PLN Hadir untuk Sekolah di Bojakan