Postingan

Menampilkan postingan dengan label Banjir Mentawai

Badai Senyar, Banjir Sumatera, dan kisah sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh

Gambar
Badai Senyar, Banjir Sumatra, dan Kisah Sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh Badai Senyar, Banjir Sumatra, dan Kisah Sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh Foto: Lahan jagung yang hancur akibat banjir — Sumber: Kinekre Beberapa waktu lalu, badai Senyar memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Angin kencang, hujan deras yang berkepanjangan, dan gelombang badai menyebabkan banjir besar di banyak daerah di Pulau Sumatra. Di kota-kota besar, pemberitaan penuh dengan gambar rumah roboh, jalan putus, dan korban terdampak. Namun di sela-sela sorotan itu, ada wilayah yang nyaris tidak terdengar: Kepulauan Mentawai . Meski cuaca ekstrem dan luapan sungai juga melanda pulau-pulau ini, bantuan dan perhatian yang sampai kerap minim — dan beberapa desa malah hampir terlupakan saat bencana. Sumatra Terendam Banjir, Mentawai Jarang Tersorot Saat daratan Sumatra ...

Bojakan Kembali Dilanda Banjir Besar: Air Menaik Sampai Dua Meter, Warga Bertahan di Rumah

Gambar
Bojakan Kembali Dilanda Banjir Besar: Air Menaik Sampai Dua Meter, Warga Bertahan di Rumah 27 November 2025 — Oleh: Yohanes Irman - KINEKRE            sumber: dokumen pribadi kinekre Hujan deras yang terus mengguyur Bojakan selama hampir satu bulan terakhir akhirnya mencapai puncaknya pada 27 November 2025 . Sejak malam tanggal 26 November 2025 , curah hujan meningkat tajam. Saat pagi tiba, air sungai yang tak mampu lagi menahan debit air mulai naik dan akhirnya meluap hingga memasuki pemukiman Dusun Bojakan . Puluhan rumah terendam banjir. Beberapa di antaranya bahkan terendam hingga dua meter , membuat banyak barang-barang warga tak sempat diselamatkan. Meski kondisi cukup mengkhawatirkan, masyarakat tetap memilih bertahan di rumah masing-masing. Bukan karena situasi aman, tetapi karena Bojakan tidak memiliki fasilitas pengungsian yang memadai. Bertahan di rumah adalah...