Postingan

Bojakan: Desa yang Dihitung Tanpa Pernah Didatangi

Gambar
Bojakan: Desa yang Dihitung Tanpa Pernah Didatangi Bojakan: Desa yang Dihitung Tanpa Pernah Didatangi Bojakan tercatat rapi dalam dokumen perencanaan. Namanya ada di tabel, angkanya masuk laporan, dan statusnya sah sebagai desa. Hanya satu yang tidak pernah benar-benar sampai ke sana: pemahaman . Negara menghitung Bojakan dari kejauhan, lalu menganggap perhitungannya cukup. Desa ini terdiri dari beberapa dusun yang dipisahkan oleh sungai, hutan, dan perbukitan. Jarak antar wilayah bukan perkara kilometer, melainkan waktu tempuh berjam-jam, biaya besar, dan tenaga yang terkuras. Namun semua itu menguap ketika kebijakan disusun. Bojakan diperlakukan sama dengan desa yang aksesnya mudah, jalannya mulus, dan biayanya murah. Sejak awal, ketidakadilan itu sudah dilembagakan. Pendidikan di Bojakan sering kali tidak berangkat dari kebutuhan desa, melainkan dari standar yang dibuat untu...

Badai Senyar, Banjir Sumatera, dan kisah sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh

Gambar
Badai Senyar, Banjir Sumatra, dan Kisah Sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh Badai Senyar, Banjir Sumatra, dan Kisah Sunyi dari Mentawai: Ekonomi Masyarakat Bojakan yang Lumpuh Foto: Lahan jagung yang hancur akibat banjir — Sumber: Kinekre Beberapa waktu lalu, badai Senyar memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Angin kencang, hujan deras yang berkepanjangan, dan gelombang badai menyebabkan banjir besar di banyak daerah di Pulau Sumatra. Di kota-kota besar, pemberitaan penuh dengan gambar rumah roboh, jalan putus, dan korban terdampak. Namun di sela-sela sorotan itu, ada wilayah yang nyaris tidak terdengar: Kepulauan Mentawai . Meski cuaca ekstrem dan luapan sungai juga melanda pulau-pulau ini, bantuan dan perhatian yang sampai kerap minim — dan beberapa desa malah hampir terlupakan saat bencana. Sumatra Terendam Banjir, Mentawai Jarang Tersorot Saat daratan Sumatra ...

Bojakan Kembali Dilanda Banjir Besar: Air Menaik Sampai Dua Meter, Warga Bertahan di Rumah

Gambar
Bojakan Kembali Dilanda Banjir Besar: Air Menaik Sampai Dua Meter, Warga Bertahan di Rumah 27 November 2025 — Oleh: Yohanes Irman - KINEKRE            sumber: dokumen pribadi kinekre Hujan deras yang terus mengguyur Bojakan selama hampir satu bulan terakhir akhirnya mencapai puncaknya pada 27 November 2025 . Sejak malam tanggal 26 November 2025 , curah hujan meningkat tajam. Saat pagi tiba, air sungai yang tak mampu lagi menahan debit air mulai naik dan akhirnya meluap hingga memasuki pemukiman Dusun Bojakan . Puluhan rumah terendam banjir. Beberapa di antaranya bahkan terendam hingga dua meter , membuat banyak barang-barang warga tak sempat diselamatkan. Meski kondisi cukup mengkhawatirkan, masyarakat tetap memilih bertahan di rumah masing-masing. Bukan karena situasi aman, tetapi karena Bojakan tidak memiliki fasilitas pengungsian yang memadai. Bertahan di rumah adalah...

Impian Warga Pedalaman Mulai Menyala: Listrik PLN Hadir untuk Sekolah di Bojakan

Gambar
Impian Warga Pedalaman Mulai Menyala — Listrik PLN untuk Sekolah di Bojakan | Kinekre Impian Warga Pedalaman Mulai Menyala: Listrik PLN Hadir untuk Sekolah di Bojakan Penulis: Rilka Putra — Editor: Kinekre • Mentawai 24 November 2025 Panel Surya di atap SDN 15 Bojakan — Sumber: Rilka Putra 1. Mimpi Panjang Masyarakat Pedalaman Bagi masyarakat di Bojakan dan banyak wilayah pedalaman Mentawai lainnya, listrik bukan hanya soal lampu yang menyala. Listrik adalah harapan baru: anak-anak bisa belajar pada malam hari, kegiatan masyarakat menjadi lebih mudah, dan akses pada teknologi serta informasi menjadi mungkin. Selama bertahun-tahun, impian ini terus disimpan, sambil berharap suatu saat pemerintah dapat benar-benar memperhatikan kebutuhan mereka. Kini, impian itu mulai menemukan jalannya. Melalui program Bupati Mentawai untuk sekolah-sekolah pedalaman seperti SDN 15 Bojakan, akses listrik perlahan mulai hadir di t...

Ironi Bojakan - Hidup Dibawah Bayangan Taman Nasional

Gambar
Ironi Bojakan - Hidup Dibawah Bayangan Taman Nasional Ironi Bojakan- Hidup Dibawah Bayangan Taman Nasional Oleh: Yohanes Irman Masyarakat Bojakan melakukan dialog bersama Taman Nasional Siberut tanggal 29 Oktober 2025. Foto oleh Yohanes Irman. Di sebuah pulau yang jauh dari hiruk pikuk kota, berdiri sebuah Desa bernama Bojakan. Desa kecil yang dikelilingi oleh hutan, sungai dan bukit - lanskap yang bagi masyarakatnya bukan sekadar bentangan alam, melainkan sumber kehidupan dan identitas. Di sanalah Masyarakat hidup turun-temurun, Bertani, mencari ikan di sungai, mengambil kayu untuk sampan dan rumah di hutan, mengambil rotan dan menjaga keseimbangan dengan alam sebagaimana leluhur mereka ajarkan - mereka mengambil dari hutan sesuai kebutuhan. Namun, harmoni itu perlahan pudar Ketika garis batas Bernama Taman Nasional Siberut membayangi kehidupan mereka. ...

Realita Digitalisasi di Tengah Keterbatasan Energi dan Akses Bojakan

Gambar
Realita Digitalisasi di Tengah Keterbatasan Energi dan Akses Bojakan ✍️ Oleh: KINEKRE – Desa Bojakan, Sumatra Barat Di tengah hutan, di antara sungai dan bukit yang memisahkan dusun satu dengan yang lain, Desa Bojakan perlahan-lahan mulai terhubung dengan dunia luar. Bukan lewat jalan beraspal atau jembatan beton, tapi lewat sinyal dari langit — jaringan internet Starlink. Kini sudah ada lima perangkat Starlink di Bojakan: milik kantor desa , BPD , SDN 15 Bojakan , dan dua unit di rumah pribadi masyarakat . Dua di antaranya merupakan perangkat generasi kedua (Gen 2), sedangkan tiga lainnya adalah perangkat generasi ketiga (Gen 3) yang dibiayai melalui alokasi Dana Desa. Langkah ini diambil oleh pemerintah desa setelah melihat bahwa Starlink menjadi solusi paling praktis dalam membuka akses digital bagi masyarakat — meskipun dengan biaya yang tidak murah. Pemerintah memutuskan untuk menganggarkannya dan menempatkan peran...

“Ketika Plafon Roboh, Semangat Belajar Tak Ikut Jatuh: Potret SDN 23 Bojakan”

Gambar
Publikasi lokal · Desa Bojakan — SDN 23 Lubaga Sekolah Tua di Lubaga: Tempat Anak-Anak Dusun Lubaga Tetap Belajar Meski Atap Bocor Di ujung pedalaman Dusun Lubaga, Desa Bojakan, berdiri SD Negeri 23 Bojakan — sekolah sederhana yang masih menghidupkan harapan bagi anak-anak di wilayah terpencil. Berikut laporan singkat disertai foto. Untuk mencapai Dusun Lubaga, dibutuhkan perjalanan panjang: naik pompong berjam-jam lalu berjalan melewati bukit dan hutan. Letak yang jauh itu membuat kondisi sarana pendidikan sangat rentan tertinggal. " Foto 1 — Lantai koridor dan area kelas yang rusak; beberapa ubin pecah dan permukaan becek saat hujan. " Foto 2 — Plafon kelas yang berlubang dan beberapa panel yang terlepas, meningkatkan risiko kebocoran dan keselamatan siswa. " Foto 3 — Ruang kelas; fasilitas sederhana. ...

Membangun Bojakan: Diantar SDM dan Ekonomi yang Saling Menunggu

Gambar
Membangun Bojakan: Di Antara SDM dan Ekonomi yang Saling Menunggu Oleh: John — Direktur BUMDes TIRIK OINAN 1. Sebuah Dilema dari Ujung Negeri Desa Bojakan adalah rumah bagi tiga dusun: Bojakan, Lubaga, dan Bai’ . Tiga nama yang akrab di telinga masyarakat, tapi jaraknya satu sama lain seakan dipisahkan oleh waktu dan tenaga. Untuk mencapai Dusun Lubaga dari Bojakan, masyarakat harus naik pompong selama tiga jam, lalu berjalan kaki naik-turun bukit sekitar empat sampai lima jam, sebelum akhirnya turun lagi ke hilir dengan pompong dua hingga tiga jam lagi. Antara Lubaga dan Bai’ masih lebih dekat — hanya sekitar tiga puluh menit dengan pompong — tapi tetap saja, jarak itu menjadi dinding besar bagi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Di tengah kondisi itu, Bojakan menyimpan satu kenyataan yang terasa pahit namun jujur: ekonomi masyarakat sulit tumbuh, sementara kualitas sumber daya manusianya (SDM) juga masih terbatas. Masalahnya, dua ...